Thursday, November 24, 2011

Alektrik

Kamu Kenapa ngga pernah sadar aku tuh ada di dekat kamu..

Kamu tau, d’nomiad itu kadang membuatku gelisah. Alektrik yang kamu pakai kenapa ngga pernah kau pakai untuk menanyakan kabarku. Bertanya sesuatu tentang jadwal esok hari, atau menceritakan hal yang lucu bagimu. Aku mendengarkan kok ..
Karena aku sadar, aku juga seperti itu. Bagiku ada banyak kata-kata di dunia ini yang tak bisa aku katakan, dan tiga diantaranya adalah 
AKU . SUKA . KAMU ,

Wednesday, November 23, 2011

Katalisator Cinta

waktu itu, aku tak sengaja bertemu pandang dengannya. Entah kenapa, saat itu juga dadaku terasa sesak. Kemudian aku memalingkan mataku secepat mungkin, menyembunyikan mukaku yang merona kerena tersipu.
Aku tak tau kenapa aku bisa tersipu hanya karena mata kami bertemu pandang. Dan reaksiku terjadi cepat, tak butuh katalisator untuk mempercepatnya. Aku hanya merasakan dadaku berdebar tak wajar, aku merasa senang... senang sekali disini.


After that moment, aku sering mendapati diriku tertawa kecil meski tak ada hal lucu untuk aku tertawakan. Aku tersenyum, dan semua itu terjadi tanpa alasan apapun.
Kadang aku berpikir, apakah aku ini sedang jatuh CINTA? Apakah saat ini aku sedang menyukainya?
Mungkin saja, karena jatuh cinta itu seharusnya merasa bahagia kan, bukan sebaliknya ... :D

Monday, March 28, 2011

Part V, ...

            Kupandangi terus boneka lucu itu. Matanya yang bulat besar seolah-olah berbinar-binar saat menatapku dan pita merah dilehernya membuatnya terlihat semakin manis. Tak pernah terpikirkan dalam benakku akan mendapatkan hadiah semanis ini dari seorang cowok. Dan terlebih lagi, aku menjadi berdebar-debar dibuatnya.
          Apa aku harus mengakhiri kebohongan ini, berbohong pada perasaanku dan mungkin membohongi Setya, my Mr. Money. Arrgh.. kini aku mulai mengigau. Aku berpikir macam-macam tentang hubungan tiba-tiba ini dengan Setya. Maksudnya, kenapa sekarang aku merasa dekat dengan Setya dan aku merasa saat ini aku terus memikirkannya. Dan aku berbohong pada diriku sendiri. Aku tak mau mengakui bahwa aku menyukainya. Yah, perasaan ini memang rumit.
          “Tata, ayo makan dulu! Kado dari Setya jangan diliatin terus dong sayang..”, panggil mamaku tiba-tiba. Lalu mama duduk di sebelahku, dan membelai kepalaku lembut.
          “Mama, bikin kaget aja deh.”
          “Sayang, kamu suka dia yah? Mama tau dari matamu dari setiap ekspresimu saat kamu bercerita tentang Setya. Mama nggak marah kok, tapi kamu janji, kamu harus jaga diri dan jangan pernah kamu menyakiti perasaan orang lain..”, ucap mamaku lembut. 
          “Hah, engga kok ma! Beneran deh. Tata Cuma anggap dia temen baik tata, yang uda rela-relain beliin Tata kado ultah. Dan yang selama ini udah buat jantung Tata berdebar-debar dan pipi Tata merah sama panas kalau Tata ketemu dia .. UPS….!”, aku keceplosan. Aku terus aja nerocos tentang apa yang aku alami selama ini. Oh tidak, mama pasti akan berpikir macam-macam.
          “Hahaha.. tuh kan Ta. Kamu juga akui kalau kamu suka Setya, tanpa sadar lagi. Gini sayang, kalau kamu suka seseorang akui saja, walaupun kamu belum yakin. Membohongi perasaan itu ngga enak lho. Mama yakin kamu pasti bisa menemukan jawaban pastinya.”, mama mengatakan hal tersebut dengan lembut. Tak ada tanda menggodaku seperti biasa. Ucapannya terasa nyaman untukku dengar. Dan tanpa sadar aku menangis dan mengatakan, “Aku sayang mama..”. Dan mama pun langsung memelukku erat.
          Perasaan ini rumit. Beberapa hari yang aku lalui dengan Setya sudah dapat membuat pintu hatiku terbuka. Mencoba untuk menatap Setya dan merasakan setiap kasih sayang dan perhatiannya, walau ragu-ragu selalu datang disetiap aku akan memulainya. Seperti kata mama, aku pasti bisa menemukan jawaban pastinya. Aku tau perasaan sukaku ini pasti istimewa dan aku tak mau untuk tak menghargai ini.
          Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku memantapkan sesuatu dengan ketidak percaya dirian. Aku gelisah, khawatir, dan ragu akan perasaan ini. Namun, aku meyakinkan diriku untuk menerimanya saja. Yang aku pikirkan, perhatian yang Setya berikan padaku aku anggap sebagai perhatian seorang teman. Walau pada akhirnya aku berharap lebih karena aku tak mau perasaanku ini bertepuk sebelah tangan. Aku tak mau kecewa seperti dulu, dibohongi oleh khayalanku dan aku termakan oleh kenyataan.
          “And I hate how much I love you boy, I can’t stand how much I need you boy …”, tiba-tiba nada tanda pesanku berbunyi. Kubaca pesan masuk itu dan sudah aku pastikan sebelumnya itu adalah pesan dari Mr. Money. Ugh ..
          “Tata, aku ada kabar baik ..”, pesan yang singkat darinya dengan beberapa emoticon smile menyertainya. Aku heran, apa maksudnya dengan kabar baik. Apakah itu kabar baik untukku atau dia, aku tak tahu. Saking penasarannya aku pun membalasnya. Dan tiba-tiba nada dering handphoneku berbunyi.
          “Haloo..”, sapaku manis.
          “HAI TA ..,” jawab orang di sebrang sana. Suara yang khas dan sudah tak asing lagi di telingaku. “SETYA”.
          “Apa Ya, suaramu kenceng banget! Lagi dimana sih?”
          “Oh sorry, lagi di stasiun mau jemput mama. Tadi kan aku ke sekolah, eh ketemu Aden ama Gatot katanya kita jadinya pergi ke Boom Boom Pool. Asik kan tuh ..”
          “Waah.. Horree..!!”, jawabku kegirangan. “Terus mau kapan perginya?”
          “Besok Kamis ya, jam delapan uda pada kumpul di sekolah. Bisa ngga?”
          “Bisa, bisa.. Makasi Ya udah dikabarin. Kok Aden sama Gatot ngga sms aku sih ya..”
          “Ok, bye Ta. See you soon yah!”
          Yippieee.. Besok kamis jalan-jalan bareng anak kelas. Hal yang paling aku tunggu-tunggu selama liburan. Semoga saja kamis besok adalah hari yang menyenangkan dan bisa aku jadikan bahan cerita untuk tugas essayku. Terima kasih Tuhan .. :)

Saturday, January 1, 2011

Dear 1st January,

Hari ini tanggal 1 January 2011, hari pertama di tahun 2011 tercinta ini. Harapanku,, impian, cinta, karir, kehidupanku, baik akhirat dan duniawi, masih banyak yang belum aku penuhi. Aku akan berjuang menghabiskan waktuku di 2011 dengan banyak kegiatan positif dan bermanfaat untukku. Dan yang paling aku harapkan adalah aku dapat mencapai cita-citaku, aku sukses dalam urusan sekolah, dan aku menjadi anak dan murid yang lebih baik dari sebelumnya. Dan sebagai hamba Allah, aku akan beribadah sebaik-baiknya, mendekatkan diri kepada-Nya. Tahun ini aku menaruh banyak harapan pada diriku. Aku harus yakin, percaya, berusaha, agar aku bisa mewujudkan semua itu.
          Yah, mungkin karena hidup ini tak seindah cerita dongeng, aku tak akan berharap muluk-muluk. Terbaik, itu sudah cukup. Masalah cinta mungkin tak perlu terlalu dipikirkan. Aku hanya perlu untk lebih konsentrasi pada sekolahku. Bahkan akhor-akhir ini aku mulai merasa mual bila mendengar tentang cinta-cinta dan semua yang berhubungan dengannya. Padahal sebelumnya aku banyak menulis lagi cinta.. Perasaan manusia itu rumit ternyata. Tidak mudah ditebak, lebih tepatnya.
Tanggal 1 Januari 2011, aku harap aku memulainya dengan baik… ^^

Monday, December 13, 2010

Saat Hari Hujan

Jalanan itu sepi, tanpa ada satu suara pun singgah di sana
Kemudian hujan pun turun, menjawab semua doa orang-orang yang butuh kedatangannya
Terlihat semak-semak bermain bersama angin yang mengibas-ngibaskan ujung mereka
Lambaiannya cantik, seolah-olah mengajak kita untuk mendekat
Pasukan semut datang berbondong-bondong membawa manisan dia atas tubuh mereka
Komandan berjalan di depan sambil menggoyangkan pinggul besarnya
Untuk sekarang jalanan itu tak lagi sepi
Banyak yang datang, banyak pula yang meramaikan
Seperti dunia ini, menjadi berarti saat banyak yang mengisi dan memahami keragaman yang mendekap kuat kehidupan di atasnya



Sunday, December 5, 2010

K's story

          Saat dia lahir, dia tau, dia mengerti, dia pun merasakannya. Ada cinta di sekelilingnya. Dan dia mulai terbiasa akan kenyataan hidup yang selalu ada di sekitarnya. Entah apa yang terjadi, saat dia beranjak remaja ada keraguan akan cinta yang sejak dulu dia dapati. dia mulai takut semua itu hanya kepalsuan, atau hanya formalitas agar dia percaya mereka. Mungkin dia terlihat bodoh memikirkan semua ini karena tak seharusnya dia ragukan itu semua. dia akan terlihat memalukan bila dia ragu akan cinta yang mereka berikan. dia tau itu. tak perlu ada orang yang menjelaskannya. Itu hanya akan membuatnya malu.
          Bila ada cara yang bisa yakinkan dia tentang semua ini. Bila saja ada. Saat ini dia hanya bisa berpikir. Tanpa tau kapan dia dapati jawabannya. Jika dia terlihat lemah karena ketakutannya itu, dia berkata akan berusaha memahaminya. Dia berharap kepalsuan yang dia takuti itu tak pernah ada, tak akan pernah ada, tak pernah terjadi di dalam hidupnya dan keluarganya.

Monday, September 20, 2010

Part IV ...

Malamnya aku bener-bener nggak bisa tidur. Padahal aku selalu inget pesan Bang Rhoma yang nggak memperbolehkan kita begadang begini. Tapi gimana lagi, aku nggak bisa berhenti mikirin hal itu. Seolah-olah semua yang terjadi padaku itu adalah sinyal bahwa aku lagi jatuh cinta. Dan parahnya si Mr. Money yang jadi korbannya. Maksudku, orang yang sudah membuat aku jatuh cinta. Tapi rasanya berat buat aku mengakui kalau aku memang suka padanya. Oh Tuhan, aku bingung harus berbuat apa. Kalau aku suka seharusnya aku tak benci atau menghindar seperti ini.
Sekarang sudah tiga hari aku dihantui perasaan seperti itu. Perasaan yang sepertinya sudah membuat diriku hang, seperti computer butut sekolahku. Tapi sehari tak bertemu dengannya rasanya sepi. Entah karena aku benar-benar menyukainya atau karena senang ada temanku yang datang meramaikan rumah. Tapi setelah dipikir-pikir lagi ternyata aku terlalu sibuk memikirkan hal-hal seperti ini. Sebaiknya aku cepat-cepat selesaikan tugas essayku yang akan aku kumpulkan nanti. “Arrgh.. Banyak banget sih urusanku ..”, pikirku kesal.
Tiga jam berlalu, dan aku masih terpaku di depan komputerku ini. Masih banyak yang harus aku tulis di dalam essayku itu, dan lagi-lagi aku ada dalam situasi bingung. Coba saja Setya datang, pasti akan langsung aku paksa dia bantu-bantu. Sudah tiga hari ini Setya nggak datang ke rumah. Padahal sebelumnya dia sering sekali datang kerumahku. Entah karena ada perlu denganku, atau ada yang ingin dia ceritakan, atau juga karena persoalan liburan bareng. Sepertinya dia juga sudah buat aku kangen sama dirinya. Ugh, konyol banget. Ada juga yah ternyata kasus kangen sama si Mr Money. Hihihi..
“TATAAAA ……. Woooyy..!!”, teriak seseorang.
Sumpah, teriakan orang yan satu itu kenceng banget. Bikin berisik, ganggu orang, dan bikin malu juga. Apa dia nggak tau teriak-teriak di siang bolong begini itu ganggu orang, yang dipanggil namanya kan juga malu. Arrgh.. malu-maluin banget sih tuh orang. Dan aku langsung tersadar kalau itu si Mr. Money, Setya.
“Aduh Ya, kalau mau ketemu aku nggak usah pake teriak-teriak. Udah gitu pake namaku segala juga, ada apa sih?”
“Hehehe.. Ini Ta, aku mau ngasih ini ke kamu. Kelamaan kalau aku ngasihnya harus pake ketok pintu sama masuk rumah. Kalau langsung manggil kan cepet, kamu langsung keluar...”
“Iya, iya. Tapi kalau kamu digebukin orang seperumahan gimana??”
“Udah ah, case closed. Yang penting kamu uda dapet kado dari aku kan Ta, Happy BeDay yah..”
O. M. G!!! Aku dapet hadiah, dapet ucapan selamat, dan itu langsung dari Setya. Sesaat aku bingung, yah aku bener-bener lupa sama hari ultahku. Aku cukup senang, cukup senang sampai aku bisa melayang. Mungkin..
“Hoiii… wake up girl, dikasih kado kok malah diem. Bilang terima kasih kek, peluk aku kek, atau nangis bahagia gitu napa..”, teriak Setya padaku.
“Hah.. Oh.. Eeeeehhhhh, ogah ah kalau aku harus peluk-peluk kamu, bukan mukhrim tau..”
“Kalau gitu kita nikah aja biar jadi mukhrimnya. Gimana??”
“Becanda kamu, aku masih muda, masih banyak yang harus aku lakuin selain nikah sama kamu..”
“Aku emang becanda kok… Hehehehe…”
“Syukurlah… Tapi thanks berat ya Ya..”, ucapku lega sambil tersenyum manis. Mungkin itu senyum termanis yang pernah aku kasih ke temen cowokku.
Tapi kok aku jadi kepikiran sama omongannya itu ya, dia kan cuma bercanda ngga seharusnya aku berlebihan memikirkan candaannya itu.
“Umm.. Ta, aku pamit dulu yah. Semoga kamu suka sama kado dari aku. Tenang aja Ta, aku nggak akan ngecewain kamu kok.. Langsung dibuka ya, aku mau denger komen kamu, bye……”, pamit Setya sambil berlalu.
Ugh, lagi-lagi dia bilang sesuatu yang buat mukaku ini merah. Dia ini ngeledek atau apa sih, aku bingung. Sama seperti hari-hari kemarin.
Sesampainya aku di kamarku, aku langsung buka kado dari Setya itu. Wow, boneka Teddy... Boneka kesukaanku sejak aku TK. “Hebat juga dia bisa tau boneka kesukaanku.. Aku sama sekali nggak menyangka kalau orang pelit kayak Setya mau beli boneka lucu begini .. Hihihi.. ”, batinku geli. Yah, setidaknya boneka ini nggak lebih kecil dari miss. Tuddy punyaku.

***

Pages