Thursday, May 3, 2012

NanoNano-GadoGado


     Sebenarnya apa yang ingin aku sampaikan sederhana, hanya beberapa kata yang sangat mudah untuk dirangkai. Namun, aku masih saja menyumbat keinginan untuk menyampaikan kata-kata itu. Sebagian orang akan menganggapku terlalu muluk, kuno, atau apalah itu yang sama sekali tak aku butuhkan untuk saat ini. Yah, orang-orang itu BEGO mengataiku, mereka itu memang SEDENG selalu memandang rendah orang lain. Perkataan pahit mereka hanyalah SAMPAH, baunya busuk, memang, tapi yah begitulah TAK PENTING. Aku tak tahu mengapa mereka senang mengatakan hal-hal kejam, HAHAH.. tak penting juga sih.
     Balik lagi ke awalnya, aku tak tahu kalau kata-kata itu syulitttt sekali diungkapkan. Eh, syulittt di katakan. Ya, yah, syulittt.  
     Umm.. mungkin inilah yang sebaiknya aku lakukan saat ini (sebelum momen pengungkapan terjadi), aku mencuci tangan dan kakiku, menggosok gigi, dan segera tidur. Besoknya aku akan menyeka keringatku saat aku berolahraga, menata rapi lemari bajuku, dan menyisakan sebagian uang jajanku untuk membeli heels, eh, aku juga butuh beberapa rupiah untuk membeli komik. Sejenak saja melupakan hal-hal berbau “rumit” itu. Sepertinya menikmati 2-4 bungkus es nyonyaBesar menyenangkan. Nikmat rasanya memikirkan sesutu yang enak. Yah, itu salah satu dari 4 hal yang paling aku suka. Sesuatu yang  ENAK, LUCU, MISTERIUS, berbau HARUM.
     Wew, sepertinya aku melupakan sesuatu. Apa ya??  HAHA
Entahlah, sepertinya kata-kata super itu ya. Suatu pengungkapan yang terpenting sepanjang sejarah percintaanku. Ealah, kok jadi ngawur.. jan, jadinnya seperti membuat cerita komedi yang jayus.. fuuh
Cukup sampai di sini dulu deh tentang NanoNano-GadoGado Ku..

 to be continue ..

Saturday, February 11, 2012

3days before Valentine

Kadang pemikiran itu membuat seseorang terlihat rumit. Seperti halnya kesempurnaan. Jika hal itu diungkapkan dalam berbagai sudut pandang tentunya sulit untuk kita dapatkan titik temunya. Aku selalu bermimpi memiliki pangeran ideal yang selalu bisa mengatasi ketakutanku, yang bisa membuat diriku nyaman disaat aku gelisah, yang bisa memberikan aku sebuah jawaban disaat aku memerlukannya.
Dan lagi disaat aku ingin mencarinya ada seseorang yang mengusik pikiranku. Semua hal, perilakunya, perkataanya seolah-olah ditujukan padaku. Tapi sampai saat ini aku belum bisa menemukan kepastian darinya. Jika yang dikatakan teman-temanku memang benar, seharusnya dia ambil tindakkan. Jangan membiarkan perasaanku ini berada di antara. Benar tidak??
Namun, semua keinginanku untuk tau apa yang terjadi sesungguhnya tiba-tiba hilang. Tadi sore, tepat pukul empat aku membuka post darinya. Aku baca perlahan. Tapi kata-kata yang ada hanya kepedihan, sesuatu yang sepertinya sulit untuk aku mengerti. Hal yang tergambar dalam post itu terlihat sangat pedih, membuatku merasa bersalah.
"Aku sadar jika aku terlihat sangat naif dengan sikap malu-malu yang aku tunjukkan. Aku pun terlalu bodoh mengira dia menyukaiku, tanpa memikirkan perasaanya. Maaf BB, hidup memang penuh rahasia dan untuk yang satu ini aku tak mau mengungkapnya. Aku tentunya. entahlah.. mungkin terlalu takut menerima kenyataanya."
Jika saat itu tiba untukku, aku berharap Tuhan mengantarkan kau kepadaku. Dengan perasaanmu yang penuh, yang kau siapkan untuk diriku.
hoping we'll be closer and being together <3

Monday, January 9, 2012

Kanggaoru Cinta

"Kakak, kakak, kamu tau ngga ini apa?", tanyaku sambil menunjukkannya.
"Apa itu?"
"Ini .. salah satu bagian dari hatiku, yang aku simpan buatmu Kak!", jawabku mantab.

Thursday, November 24, 2011

Alektrik

Kamu Kenapa ngga pernah sadar aku tuh ada di dekat kamu..

Kamu tau, d’nomiad itu kadang membuatku gelisah. Alektrik yang kamu pakai kenapa ngga pernah kau pakai untuk menanyakan kabarku. Bertanya sesuatu tentang jadwal esok hari, atau menceritakan hal yang lucu bagimu. Aku mendengarkan kok ..
Karena aku sadar, aku juga seperti itu. Bagiku ada banyak kata-kata di dunia ini yang tak bisa aku katakan, dan tiga diantaranya adalah 
AKU . SUKA . KAMU ,

Wednesday, November 23, 2011

Katalisator Cinta

waktu itu, aku tak sengaja bertemu pandang dengannya. Entah kenapa, saat itu juga dadaku terasa sesak. Kemudian aku memalingkan mataku secepat mungkin, menyembunyikan mukaku yang merona kerena tersipu.
Aku tak tau kenapa aku bisa tersipu hanya karena mata kami bertemu pandang. Dan reaksiku terjadi cepat, tak butuh katalisator untuk mempercepatnya. Aku hanya merasakan dadaku berdebar tak wajar, aku merasa senang... senang sekali disini.


After that moment, aku sering mendapati diriku tertawa kecil meski tak ada hal lucu untuk aku tertawakan. Aku tersenyum, dan semua itu terjadi tanpa alasan apapun.
Kadang aku berpikir, apakah aku ini sedang jatuh CINTA? Apakah saat ini aku sedang menyukainya?
Mungkin saja, karena jatuh cinta itu seharusnya merasa bahagia kan, bukan sebaliknya ... :D

Monday, March 28, 2011

Part V, ...

            Kupandangi terus boneka lucu itu. Matanya yang bulat besar seolah-olah berbinar-binar saat menatapku dan pita merah dilehernya membuatnya terlihat semakin manis. Tak pernah terpikirkan dalam benakku akan mendapatkan hadiah semanis ini dari seorang cowok. Dan terlebih lagi, aku menjadi berdebar-debar dibuatnya.
          Apa aku harus mengakhiri kebohongan ini, berbohong pada perasaanku dan mungkin membohongi Setya, my Mr. Money. Arrgh.. kini aku mulai mengigau. Aku berpikir macam-macam tentang hubungan tiba-tiba ini dengan Setya. Maksudnya, kenapa sekarang aku merasa dekat dengan Setya dan aku merasa saat ini aku terus memikirkannya. Dan aku berbohong pada diriku sendiri. Aku tak mau mengakui bahwa aku menyukainya. Yah, perasaan ini memang rumit.
          “Tata, ayo makan dulu! Kado dari Setya jangan diliatin terus dong sayang..”, panggil mamaku tiba-tiba. Lalu mama duduk di sebelahku, dan membelai kepalaku lembut.
          “Mama, bikin kaget aja deh.”
          “Sayang, kamu suka dia yah? Mama tau dari matamu dari setiap ekspresimu saat kamu bercerita tentang Setya. Mama nggak marah kok, tapi kamu janji, kamu harus jaga diri dan jangan pernah kamu menyakiti perasaan orang lain..”, ucap mamaku lembut. 
          “Hah, engga kok ma! Beneran deh. Tata Cuma anggap dia temen baik tata, yang uda rela-relain beliin Tata kado ultah. Dan yang selama ini udah buat jantung Tata berdebar-debar dan pipi Tata merah sama panas kalau Tata ketemu dia .. UPS….!”, aku keceplosan. Aku terus aja nerocos tentang apa yang aku alami selama ini. Oh tidak, mama pasti akan berpikir macam-macam.
          “Hahaha.. tuh kan Ta. Kamu juga akui kalau kamu suka Setya, tanpa sadar lagi. Gini sayang, kalau kamu suka seseorang akui saja, walaupun kamu belum yakin. Membohongi perasaan itu ngga enak lho. Mama yakin kamu pasti bisa menemukan jawaban pastinya.”, mama mengatakan hal tersebut dengan lembut. Tak ada tanda menggodaku seperti biasa. Ucapannya terasa nyaman untukku dengar. Dan tanpa sadar aku menangis dan mengatakan, “Aku sayang mama..”. Dan mama pun langsung memelukku erat.
          Perasaan ini rumit. Beberapa hari yang aku lalui dengan Setya sudah dapat membuat pintu hatiku terbuka. Mencoba untuk menatap Setya dan merasakan setiap kasih sayang dan perhatiannya, walau ragu-ragu selalu datang disetiap aku akan memulainya. Seperti kata mama, aku pasti bisa menemukan jawaban pastinya. Aku tau perasaan sukaku ini pasti istimewa dan aku tak mau untuk tak menghargai ini.
          Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku memantapkan sesuatu dengan ketidak percaya dirian. Aku gelisah, khawatir, dan ragu akan perasaan ini. Namun, aku meyakinkan diriku untuk menerimanya saja. Yang aku pikirkan, perhatian yang Setya berikan padaku aku anggap sebagai perhatian seorang teman. Walau pada akhirnya aku berharap lebih karena aku tak mau perasaanku ini bertepuk sebelah tangan. Aku tak mau kecewa seperti dulu, dibohongi oleh khayalanku dan aku termakan oleh kenyataan.
          “And I hate how much I love you boy, I can’t stand how much I need you boy …”, tiba-tiba nada tanda pesanku berbunyi. Kubaca pesan masuk itu dan sudah aku pastikan sebelumnya itu adalah pesan dari Mr. Money. Ugh ..
          “Tata, aku ada kabar baik ..”, pesan yang singkat darinya dengan beberapa emoticon smile menyertainya. Aku heran, apa maksudnya dengan kabar baik. Apakah itu kabar baik untukku atau dia, aku tak tahu. Saking penasarannya aku pun membalasnya. Dan tiba-tiba nada dering handphoneku berbunyi.
          “Haloo..”, sapaku manis.
          “HAI TA ..,” jawab orang di sebrang sana. Suara yang khas dan sudah tak asing lagi di telingaku. “SETYA”.
          “Apa Ya, suaramu kenceng banget! Lagi dimana sih?”
          “Oh sorry, lagi di stasiun mau jemput mama. Tadi kan aku ke sekolah, eh ketemu Aden ama Gatot katanya kita jadinya pergi ke Boom Boom Pool. Asik kan tuh ..”
          “Waah.. Horree..!!”, jawabku kegirangan. “Terus mau kapan perginya?”
          “Besok Kamis ya, jam delapan uda pada kumpul di sekolah. Bisa ngga?”
          “Bisa, bisa.. Makasi Ya udah dikabarin. Kok Aden sama Gatot ngga sms aku sih ya..”
          “Ok, bye Ta. See you soon yah!”
          Yippieee.. Besok kamis jalan-jalan bareng anak kelas. Hal yang paling aku tunggu-tunggu selama liburan. Semoga saja kamis besok adalah hari yang menyenangkan dan bisa aku jadikan bahan cerita untuk tugas essayku. Terima kasih Tuhan .. :)

Pages