Aku tersadar akan banyak hal di sekitar hidupku ini. Namun, aku seringkali tertatih untuk melangkah di atas setapak-setapak yang lebih baik. Seringkali aku merasa risih akan keadaanku, jujur sampai saat ini aku masih belum bisa melupakan kau. Ya, kamu. Kamu, kamu yang sudah lima tahun aku kagumi. Iya, itu kamu.
Mau sampai kapan kau terus saja bersikap baik seperti ini? aku akui, terakhir aku berbicara denganmu adalah tiga tahun lalu. Kau, kau selalu saja membuatku menangis. Tapi, kau juga selalu membuatku tertawa. Kau sering membuatku bahagia. Meski kau tak tahu itu. Aku yakin kau tak menyadari hal ini.
"Kau", masihkah ada kesempatan bagiku?
Sudah terlalu banyak waktu yang aku habiskan untuk mengulur-ulur perasaan ini. Mungkin saja aku tak akan sampai di penghujungnya, tapi aku menginginkannya.
Mungkinkah kau membenciku, atau kau hanya mengacuhkan ?? sepertinya tak ada kata" yang tepat untuk mengungkapkan keadaanku saat ini.
Tapi, sepertinya, umm.. bukan, bukan. Tentunya, aku memang masih menyukaimu. "Kau" yang selalu membuat berdebar hanya dengan duduk berdekatan, "Kau" yang selalu membuatku tak mampu mengatakan apapun hanya dengan duduk bersama dan "Kau" yang sampai saat ini masih terlihat jelas di pikiranku bahwa aku masih menyukaimu..
Saturday, June 2, 2012
Monday, May 14, 2012
Manis (fiksi)
Pertemuan itu adalah anugerah Tuhan. Aku dipertemukan olehmu dan aku merasa semua itu adalah momen spesial. Tak terhitung berapa banyak waktu aku habiskan untuk mengagumimu. Tapi Tuhan punya rencana lain, kau pergi , kau hilang tertelan tanah bumi ini. Kau meninggalkanku selamanya, meninggalkan kenangan tentang kita yang selalu mengumpulkan kasih sayang. Aku menangis, menangis saat melihatmu tertidur lelap di sana. Pejaman matamu seolah mengartikan kau akan menghilang dari sisiku, kau akan menemui Tuhan.
Cinta, apa kau akan meminta izin pada-Nya, untuk tetap di sisiku? Apa janji sepanjang waktu bersama itu akan kau tepati? Aku tak akan terus menangisimu, aku tak akan melakukan itu karena aku tahu tangisanku adalah penghambat ketenanganmu untuk ada di sisi Tuhan. Aku tak ingin terus-menerus menaburkan kepedihan dalam perjalanan cinta kita ini. Aku tak ingin kau juga menangis karena meninggalkanku. Tersenyumlah cinta, aku tahu, aku percaya, kau akan tetap di sisiku meski aku tak bisa menyentuh ragamu. Kau tetap menjadi bagian dari sejarah manis hidupku ini dan akan selalu hidup dalam hatiku. Terima kasih atas semua kenangan yang kau berikan, meski ada kepedihan, meski kau tak ada, itu tak sebanding dengan semua kenangan yang amat manis yang sudah kau berikan. Cinta, aku yang menjadi pengagum abadimu ini, akan selalu berterima kasih karena kenangan itu terasa lebih manis dari apapun.
NanoNano-GadoGado
Dari ribuan kata yang pernah ada
di dunia, ada beberapa yang selalu ingin aku katakan padanya. Mungkin waktu
yang terlewat ini sering kali membuatku pesimis akan akhirnya. Tapi aku
benar-benar ingin menyampaikan ini padanya, sejak dulu, sejak aku merasakan
debaran yang selalu saja terasa naik turun di dadaku setiap bertemu dengannya. Yah,
jadi teringat kembali masa-masa itu. Sebenarnya aku sudah sangat lama ingin
memberikan cap “CaseClosed” di kisahku satu ini. Namun, pada akhirnya tetap
saja bersambung seperti sinetron Indonesia pada umumnya.Haha..
Kali ini, haruskah aku kerahkan semua rasa
percaya diri dan keberanianku ini?? Haruskan aku lakukan untuk menyatakan
perasaanku?? Semuanya membingungkan. Aku pernah mengalami hari-hari dimana aku
merasa dekat dengannya, selalu berdebar menunggu balasan darinya. Aku senang
saat membaca semua inbox darinya, meskipun semua itu hanyalah obrolan biasa
antara aku dan dia. Sungguh terasa saat itu adalah momen yang tak akan bisa aku
lupakan. Semuanya terasa mengalir perlahan dalam perasaanku, aku bisa merasakan
ketertarikan yang kuat dariku padanya. Aku terus saja memujinya dalam hati,
terus saja mengingatnya dalam memori ini. Semua pesan darinya adalah hal yang
istimewa, aku terus saja menganggap seperti itu. Yah, balasan itu seperti
penyegar untuk perasaanku, seperti panah yang tepat mengenai hatiku, membuatku
bisu beberapa detik untuk terkagum-kagum akan hal konyol seperti ini. Aduh,
rasanya aku sangat menyukainya, yah, DULU aku memang menyukainya. :]
Sepertinya semua obrolan tentang kenangan masa
lalu ini sudah membangunkanku dari tidur panjangku dalam sebuah penantian. Ah,
penantian padanya ini mungkin memang tak berujung. Aku yakin seperti itu, aku
tau karena aku yakin Tuhan tidak akan memberikan lelaki seperti dia dalam
hidupku, yang hanya bisa membuatku selalu memilin waktu , yah menunggu. Tuhan
pasti memberikan suatu hadih besar dalam penantianku, hadiah untuk akhir semua
kisah cinta yang sering kali tak berpihak pada keadaan. Terima kasih , kau
telah, ah tidak, kau sudah memberikan suatu momen berharaga dalam hidupku.
Sebuah kenangan yang selalu bermain liar dalam imajinasi sederhanaku. Sejak
dulu aku ini menyampaikan ini, semua kata ini sudah aku siapkan sejak dulu,
bukan lebih tepatnya sejak aku merasa tertarik padamu karena kau mulai me-restart
kembali isi otakku bahwa menyukai
itu indah,
“Teman, mungkin kau menyadarinya, tapi aku berdoa kau tak sadar
akan ini. Aku tak butuh itu. Aku tak ingin kau tahu bahwa aku memang
menyukaimu. Mungkin, kau sering menemukanku sedang mengangumimu, tapi jangan
jadikan hal itu alasan kau dan aku tak bisa berteman. Aku wanita, ya, makhluk
ciptaan Tuhan yang super duper hebat bisa menutupi perasaan, dan bertingkah
seolah tak pernah ada apa-apa. Aku hanya ingin kau tetap bersamaku,, TANPA ADA
YANG SPESIAL TENTUNYA, HANYALAH ISTIMEWA.”
Hug and kiss,
Thursday, May 3, 2012
NanoNano-GadoGado
Sebenarnya apa yang ingin aku sampaikan
sederhana, hanya beberapa kata yang sangat mudah untuk dirangkai. Namun, aku
masih saja menyumbat keinginan untuk menyampaikan kata-kata itu. Sebagian orang
akan menganggapku terlalu muluk, kuno, atau apalah itu yang sama sekali tak aku
butuhkan untuk saat ini. Yah, orang-orang itu BEGO mengataiku, mereka itu
memang SEDENG selalu memandang rendah orang lain. Perkataan pahit mereka
hanyalah SAMPAH, baunya busuk, memang, tapi yah begitulah TAK PENTING. Aku tak
tahu mengapa mereka senang mengatakan hal-hal kejam, HAHAH.. tak penting juga
sih.
Balik lagi ke awalnya, aku tak tahu kalau
kata-kata itu syulitttt sekali diungkapkan. Eh, syulittt di katakan. Ya, yah,
syulittt.
Umm.. mungkin inilah yang sebaiknya aku
lakukan saat ini (sebelum momen pengungkapan terjadi), aku mencuci tangan dan
kakiku, menggosok gigi, dan segera tidur. Besoknya aku akan menyeka keringatku
saat aku berolahraga, menata rapi lemari bajuku, dan menyisakan sebagian uang
jajanku untuk membeli heels, eh, aku juga butuh beberapa rupiah untuk membeli
komik. Sejenak saja melupakan hal-hal berbau “rumit” itu. Sepertinya menikmati
2-4 bungkus es nyonyaBesar menyenangkan. Nikmat rasanya memikirkan sesutu yang
enak. Yah, itu salah satu dari 4 hal yang paling aku suka. Sesuatu yang ENAK, LUCU, MISTERIUS, berbau HARUM.
Wew, sepertinya aku melupakan sesuatu. Apa
ya?? HAHA
Entahlah,
sepertinya kata-kata super itu ya. Suatu pengungkapan yang terpenting sepanjang
sejarah percintaanku. Ealah, kok jadi ngawur.. jan, jadinnya seperti membuat
cerita komedi yang jayus.. fuuh
Cukup
sampai di sini dulu deh tentang NanoNano-GadoGado Ku..
to be continue ..
Saturday, February 11, 2012
3days before Valentine
Kadang pemikiran itu membuat seseorang terlihat rumit. Seperti halnya kesempurnaan. Jika hal itu diungkapkan dalam berbagai sudut pandang tentunya sulit untuk kita dapatkan titik temunya. Aku selalu bermimpi memiliki pangeran ideal yang selalu bisa mengatasi ketakutanku, yang bisa membuat diriku nyaman disaat aku gelisah, yang bisa memberikan aku sebuah jawaban disaat aku memerlukannya.
Dan lagi disaat aku ingin mencarinya ada seseorang yang mengusik pikiranku. Semua hal, perilakunya, perkataanya seolah-olah ditujukan padaku. Tapi sampai saat ini aku belum bisa menemukan kepastian darinya. Jika yang dikatakan teman-temanku memang benar, seharusnya dia ambil tindakkan. Jangan membiarkan perasaanku ini berada di antara. Benar tidak??
Namun, semua keinginanku untuk tau apa yang terjadi sesungguhnya tiba-tiba hilang. Tadi sore, tepat pukul empat aku membuka post darinya. Aku baca perlahan. Tapi kata-kata yang ada hanya kepedihan, sesuatu yang sepertinya sulit untuk aku mengerti. Hal yang tergambar dalam post itu terlihat sangat pedih, membuatku merasa bersalah.
"Aku sadar jika aku terlihat sangat naif dengan sikap malu-malu yang aku tunjukkan. Aku pun terlalu bodoh mengira dia menyukaiku, tanpa memikirkan perasaanya. Maaf BB, hidup memang penuh rahasia dan untuk yang satu ini aku tak mau mengungkapnya. Aku tentunya. entahlah.. mungkin terlalu takut menerima kenyataanya."
Jika saat itu tiba untukku, aku berharap Tuhan mengantarkan kau kepadaku. Dengan perasaanmu yang penuh, yang kau siapkan untuk diriku.
hoping we'll be closer and being together <3
Dan lagi disaat aku ingin mencarinya ada seseorang yang mengusik pikiranku. Semua hal, perilakunya, perkataanya seolah-olah ditujukan padaku. Tapi sampai saat ini aku belum bisa menemukan kepastian darinya. Jika yang dikatakan teman-temanku memang benar, seharusnya dia ambil tindakkan. Jangan membiarkan perasaanku ini berada di antara. Benar tidak??
Namun, semua keinginanku untuk tau apa yang terjadi sesungguhnya tiba-tiba hilang. Tadi sore, tepat pukul empat aku membuka post darinya. Aku baca perlahan. Tapi kata-kata yang ada hanya kepedihan, sesuatu yang sepertinya sulit untuk aku mengerti. Hal yang tergambar dalam post itu terlihat sangat pedih, membuatku merasa bersalah.
"Aku sadar jika aku terlihat sangat naif dengan sikap malu-malu yang aku tunjukkan. Aku pun terlalu bodoh mengira dia menyukaiku, tanpa memikirkan perasaanya. Maaf BB, hidup memang penuh rahasia dan untuk yang satu ini aku tak mau mengungkapnya. Aku tentunya. entahlah.. mungkin terlalu takut menerima kenyataanya."
Jika saat itu tiba untukku, aku berharap Tuhan mengantarkan kau kepadaku. Dengan perasaanmu yang penuh, yang kau siapkan untuk diriku.
hoping we'll be closer and being together <3
Monday, January 9, 2012
Kanggaoru Cinta
"Kakak, kakak, kamu tau ngga ini apa?", tanyaku sambil menunjukkannya.
"Apa itu?"
"Ini .. salah satu bagian dari hatiku, yang aku simpan buatmu Kak!", jawabku mantab.
"Apa itu?"
"Ini .. salah satu bagian dari hatiku, yang aku simpan buatmu Kak!", jawabku mantab.
Subscribe to:
Posts (Atom)