Friday, June 25, 2010

Part II, It's Complicated

Sudah beberapa hari berlalu sejak hal bodoh itu terjadi padaku, sehingga lama juga aku tidak memikirkan lagi kejadian-kejadian konyol itu. Aku sudah kembali terhanyut kedalam rutinitas yang luar biasa di sekolahku ini. Sampai-sampai acara ultah sekolah tak kunikmati sebagaimana mestinya. Hari berganti hari, bulan juga cepat berganti-ganti. Aku benar-benar sudah melupakan rasa deg-degannya sebuah hal yang mungkin pantas disebut dengan “Love in The First Sight.”
            Tapi, Tuhan sepertinya berkehendak lain. Tuhan menginginkan aku untuk jangan melupakan cowok manis itu. Dengan sangat kebetulan dan dengan ketidak sengajaan aku bertemu dia di sebuah situs jejaring sosial, yaitu facebook.  Kami berteman di dunia maya itu. Dan semuanya berlanjut ke kehidupan nyata. Jadi sekarang kita bukan hanya berteman di facebook tapi juga di kehidupan kami yang nyata.
Ternyata berteman dengannya sangat menyenangkan. Kami sering mengobrol. Apapun bisa kami jadikan bahan obrolan yang asik. Walau itu hanya obrolan yang nggak penting. Kadang kami tertawa terbahak-bahak bersama, menangis termehek-mehek bersama, atau bernyanyi bersama. Aku benar-benar senang berteman dengannya.
Kalau dipikir-pikir, bodoh juga rasanya ketika ingat bagaimana reaksiku waktu pertama bertemu dengannya. Tapi kedekatan kami ini tidak lantas membuatku berhenti untuk berdebar-debar. Dia tetap membuatku deg-degan nggak karuan, hingga aku berusaha setengah mati menyembuyikannya agar dia tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi padaku. Aku hanya bisa berdoa agar aku tak terlihat bodoh di hadapannya..hahahaha..
Aku tahu apa yang akan terjadi jika dia tahu aku suka dirinya. Pertemanan yang sudah terjalin sangat baik ini pasti akan berubah. Kami akan canggung satu sama lain, dan aku takut kami tak akan bisa berteman lagi. Dan aku pasti nggak bisa memanggilnya dengan sebutan Yoshi-kun. “Tuhan, kenapa aku suka dengan teman baikku ini……”. Dan kemudian aku memutuskan untuk mengubur dalam perasaan sukaku itu. Aduuuhh.. rasa ini benar-benar menggangguku. Rasanya ingin aku ungkapkan, tapi aku takut. Tapi bila aku terus pendam, rasanya kian membuncah berusaha untuk keluar. Seperti cerita-cerita telenovela saja pikirku.
Hari ini pun dia mengajakku untuk mengobrol. Dan dia bertingkah rada aneh, nggak bersikap bodoh dan lebay seperti biasanya. Aku benar-benar heran. Tak biasanya dia mengajakku ngobrol saat jam sekolah belum selesai. Biasanya kami ngobrol bersama saat kami menunggu jemputan. Dan hanya pada saat itulah aku bisa bersama dia.
“Dew, boleh aku bilang sesuatu??”
“Hahaha… Kau ini sok resmi Yoshi-kun. Kamu mau bilang apa sih? Mau kasih tau aku album terbarunya The Gosh? Atau…??”
“Aku suka kamu…….!!”
“Whattttt????!!”, aku syok dengar pernyataan cinta dari dia. Ada angin apa sih tiba-tiba dia jadi berani nyatain cinta. Dia lagi error atau lagi kena hipnotis Joy Sendisendiri, aku bingung. Aku nggak tahu harus bereaksi bagaimana, atau apa yang harus aku lakukan. Mungkin kini mulutku sedang ternganga. Untung kayaknya ngga ada lalat yang melintas. Kayaknya sih..
“Heh, sadar Dew..!” tiba-tiba dia membuyarkan lamunanku. “Gak mungkin kan aku nyatain cinta ke kamu. Ge-eran banget siihh.. Nanti aku nggak bisa jahilin kamu lagi, trus parahnya aku harus panggil kamu “yang, beibh, to sweetheart segala lagi…! Ogah yaa…. hahahahha… ngarep dehh.. week..hehehe” ujarnya sambil cengar-cengir meledekku.
“Yee.. siapa juga yang ngarepin kamu manggil aku gitu. Eh, hah, emang aku minta dipanggil gitu sama pacar aku?”
“Maumu dulu kan…. Dasar nenek Dewi, pelupa beud. Hahahahahaaha……..”
“Kau juga Yoshi-kun, dasar alay….”
Sempat terbesit di pikirku dia benar-benar serius menyatakan cintanya. Hahaha…. Aku jadi seperti orang bodoh yang terlalu berharap. Dia nggak mungkin suka aku kan, karena kita ini teman akrab dan nggak mungkin ada perasaan yang tumbuh karena pertemanan kita ini. Lagipula aku kan sudah berjanji nggak punya rasa lagi ke dia. Dan aku nggak yakin dari sahabat itu bisa jadi cinta. Cerita konyol gitu cuma ada di sinetron dan itupun cuma fiksi.
“Hoi Dew, denger deh kali ini aku mau bilang yang serius ke kamu. Dengerin dong, jangan melongo doank….!!”
“Apaan sih Yo??”
“Ehmm, hhh, ugh, susah nih ….”
“Apa sih? Jangan buat aku penasaran donk..!!”
“Oke, oke…. Haahhh…… Aku emang suka kamu dew. Dari dulu aku uda suka sama kamu. Apa kamu, umm.. mau jadi pacar aku??”
“HAAAAAAHH……………… ????????!!!!”, kali ini aku yakin aku benar-benar nggak bisa menutup mulutku....

~FIN~

Thanks berat buat kalian semua yang uda ngasih aku inspirasi yang 

T. O. P. abis buat cerpen aku yang satu ini …

Arigato gozaimasu..!! ^ ^


Part I, It's Complicated

Hari-hari di SMA yang aku laluin benar-benar melelahkan. Banyak tugas, peer, ulangan harian, pokoknya sibuk berat seperti para artis ibu kota. Semua itu memang sudah konsekuensiku untuk bersekolah di sekolah favorit ini. Tapi, nggak semua hal di SMA selalu sibuk dan nguras otak. Pasti ada cerita menarik dan bahagia yang mungkin bisa didapati hanya di SMA. Seperti rasanya jatuh cinta. Dan perasaan itu seolah-olah membawamu ke dalam satu kata, yaitu “SUKA”. Seperti kisah cintaku yang unik dan narsis ini.
Saat itu aku belum sadar sepenuhnya. Aku pikir rasa senang itu hanya karena aku menganggap dia sebagai teman baikku. Entah apa yang merasuki pikiran bawah sadarku sehingga aku mulai merasakan dirinya menjadi seseorang yang spesial bagiku.
Hari itu hujan benar-benar deras. Aku ingat benar  itu adalah hari jumat pertamaku di SMA. Dan pastinya sore hari nanti ada latihan rutin Pramuka. Hujan saat  itu rasanya nggak mau mikirin perasaan kita, atau keadaan kita yang kerepotan karenanya. Latihan Pramuka tetap diadakan seperti rencana para Pembina sebelumnya. Dan di sinilah awal cerita unik itu muncul. Dari arah belakang aku dengar seorang cowok memanggil namaku.
“De, Dew……. Stop jangan kemana-mana!!”
Aku yang dengar namaku dipanggilpun langsung berhenti dan menoleh sambil berkata, “Apa sih?”. Tapi cowok itu malah bablas dan tidak mempeduliakn aku yang dipanggilnya. “Sial”, ternyata aku salah duga. Dia bukan memanggil Dewi melainkan Dew, dew, yang lain. Aku lihat cowok itu mendekati seorang cowok yang terlihat rapi dan “cupu”.
Tahu-tahu terjadi reaksi aneh pada diriku. Aku jadi nggak karuan ketika aku melihat cowok cupu itu dan secara tak sengaja cowok itu pun melihat ke arahku.
“DEG….DEG….DEG…DAG, DIG, DEG, DAG, DIG, DEG…….” Jantung aku berdengup kencang. Kenceng banget dan rasanya kaya mau copot. Suhu tubuhku juga naik dan aku rasakan pipiku memanas. Aku nggak mau membayangkan bagaimana wajahku saat itu. Mungkin saat itu wajahku memerah seperti tomat. Rasanya seluruh aliran darahku naik ke kepalaku.
“Oh, Tuhan…….. apa yang terjadi? Rasanya seperti ada suatu reaksi yang mengubah suhu tubuh dan mempercepat gerak jantungku…”, aku bergumam dengan penuh kekhawatiran. Hal seperti ini belum pernah terjadi seumur hidupku. Aku benar-benar bingung dibuatnya. Sungguh..!!!
Tidak disangka ternyata esoknya aku bertemu lagi dengan dia. Cowok rapi yang cupu kemarin. Aku heran apa bagusnya orang ini, dia hanya menang mancung dan putih, selebihnya dia perlu dipermak dan dimake over. Aku kesal. Cowok yang seperti ini sudah membuat aku deg-degan nggak karuan. Saat ini pun demikian. Nggak beda jauh dengan kemarin, justru malah membuatku semakin salah tingkah. Dan kembali membuat muka aku memerah seperti tomat masak. Aku pun berjalan sambil memasang muka cuek dan sadis. Padahal yang sebenarnya aku ingin kabur secepat kilat seperti Dash salah satu tokoh di film Incredible. Hanya satu kata yang aku pikirkan: kabur!!
Lalu tiba-tiba sebuah suara memanggil namaku lagi. Sebenarnya aku ingin menoleh, tapi aku takut salah sangka dan jadi malu sendiri. Maka, aku putuskan untuk terus berjalan. Tapi, suara itu terus memanggil.
“Dew, Dewi…!!”
“Hoohhhh……. Akhirnya ada yang memanggil lengkap namaku.”, batinku dalam hati. Lalu, saat aku menoleh, ternyata seorang Pimin yang memanggil.
“Hahahaha…… Pimin, Pimin…… Aku kira siapa.”, gumamku dalam hati.
***

Pages