Monday, March 28, 2011

Part V, ...

            Kupandangi terus boneka lucu itu. Matanya yang bulat besar seolah-olah berbinar-binar saat menatapku dan pita merah dilehernya membuatnya terlihat semakin manis. Tak pernah terpikirkan dalam benakku akan mendapatkan hadiah semanis ini dari seorang cowok. Dan terlebih lagi, aku menjadi berdebar-debar dibuatnya.
          Apa aku harus mengakhiri kebohongan ini, berbohong pada perasaanku dan mungkin membohongi Setya, my Mr. Money. Arrgh.. kini aku mulai mengigau. Aku berpikir macam-macam tentang hubungan tiba-tiba ini dengan Setya. Maksudnya, kenapa sekarang aku merasa dekat dengan Setya dan aku merasa saat ini aku terus memikirkannya. Dan aku berbohong pada diriku sendiri. Aku tak mau mengakui bahwa aku menyukainya. Yah, perasaan ini memang rumit.
          “Tata, ayo makan dulu! Kado dari Setya jangan diliatin terus dong sayang..”, panggil mamaku tiba-tiba. Lalu mama duduk di sebelahku, dan membelai kepalaku lembut.
          “Mama, bikin kaget aja deh.”
          “Sayang, kamu suka dia yah? Mama tau dari matamu dari setiap ekspresimu saat kamu bercerita tentang Setya. Mama nggak marah kok, tapi kamu janji, kamu harus jaga diri dan jangan pernah kamu menyakiti perasaan orang lain..”, ucap mamaku lembut. 
          “Hah, engga kok ma! Beneran deh. Tata Cuma anggap dia temen baik tata, yang uda rela-relain beliin Tata kado ultah. Dan yang selama ini udah buat jantung Tata berdebar-debar dan pipi Tata merah sama panas kalau Tata ketemu dia .. UPS….!”, aku keceplosan. Aku terus aja nerocos tentang apa yang aku alami selama ini. Oh tidak, mama pasti akan berpikir macam-macam.
          “Hahaha.. tuh kan Ta. Kamu juga akui kalau kamu suka Setya, tanpa sadar lagi. Gini sayang, kalau kamu suka seseorang akui saja, walaupun kamu belum yakin. Membohongi perasaan itu ngga enak lho. Mama yakin kamu pasti bisa menemukan jawaban pastinya.”, mama mengatakan hal tersebut dengan lembut. Tak ada tanda menggodaku seperti biasa. Ucapannya terasa nyaman untukku dengar. Dan tanpa sadar aku menangis dan mengatakan, “Aku sayang mama..”. Dan mama pun langsung memelukku erat.
          Perasaan ini rumit. Beberapa hari yang aku lalui dengan Setya sudah dapat membuat pintu hatiku terbuka. Mencoba untuk menatap Setya dan merasakan setiap kasih sayang dan perhatiannya, walau ragu-ragu selalu datang disetiap aku akan memulainya. Seperti kata mama, aku pasti bisa menemukan jawaban pastinya. Aku tau perasaan sukaku ini pasti istimewa dan aku tak mau untuk tak menghargai ini.
          Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku memantapkan sesuatu dengan ketidak percaya dirian. Aku gelisah, khawatir, dan ragu akan perasaan ini. Namun, aku meyakinkan diriku untuk menerimanya saja. Yang aku pikirkan, perhatian yang Setya berikan padaku aku anggap sebagai perhatian seorang teman. Walau pada akhirnya aku berharap lebih karena aku tak mau perasaanku ini bertepuk sebelah tangan. Aku tak mau kecewa seperti dulu, dibohongi oleh khayalanku dan aku termakan oleh kenyataan.
          “And I hate how much I love you boy, I can’t stand how much I need you boy …”, tiba-tiba nada tanda pesanku berbunyi. Kubaca pesan masuk itu dan sudah aku pastikan sebelumnya itu adalah pesan dari Mr. Money. Ugh ..
          “Tata, aku ada kabar baik ..”, pesan yang singkat darinya dengan beberapa emoticon smile menyertainya. Aku heran, apa maksudnya dengan kabar baik. Apakah itu kabar baik untukku atau dia, aku tak tahu. Saking penasarannya aku pun membalasnya. Dan tiba-tiba nada dering handphoneku berbunyi.
          “Haloo..”, sapaku manis.
          “HAI TA ..,” jawab orang di sebrang sana. Suara yang khas dan sudah tak asing lagi di telingaku. “SETYA”.
          “Apa Ya, suaramu kenceng banget! Lagi dimana sih?”
          “Oh sorry, lagi di stasiun mau jemput mama. Tadi kan aku ke sekolah, eh ketemu Aden ama Gatot katanya kita jadinya pergi ke Boom Boom Pool. Asik kan tuh ..”
          “Waah.. Horree..!!”, jawabku kegirangan. “Terus mau kapan perginya?”
          “Besok Kamis ya, jam delapan uda pada kumpul di sekolah. Bisa ngga?”
          “Bisa, bisa.. Makasi Ya udah dikabarin. Kok Aden sama Gatot ngga sms aku sih ya..”
          “Ok, bye Ta. See you soon yah!”
          Yippieee.. Besok kamis jalan-jalan bareng anak kelas. Hal yang paling aku tunggu-tunggu selama liburan. Semoga saja kamis besok adalah hari yang menyenangkan dan bisa aku jadikan bahan cerita untuk tugas essayku. Terima kasih Tuhan .. :)

No comments:

Post a Comment

Pages