waktu mungkin seringkali tak mendukungku bertemu denganmu,
tak banyak dia menyisakan kesempatan bagiku untuk berada di dekatmu.
Namun, haruskah aku merasa sedih jika memang itu kenyataanya? *meski ada takdir yg bisa mempertemukan aku dan kau
Tapi aku selalu merasa bahagia ketika aku menatap langit sore yang jingga.
Kehangatan sore yg tak menyengat seprti siang dan angin semilirnya yang sesekali menyentuh lembut kulitku, membuatku senang. Membayangkan momen sederhana ini aku nikmati bersama dirimu,
Duduk berdua dengan secangkir kehangatan di tangan kita masing-masing. Haha .. momen yang kebanyakan dianggap jadul, tapi mau gimana lagi jika aku menyukainya.
Aku menyukai sang matahari yang malu-malu bersinar di saat sore, menyisakan senja yang selalu aku potret dan simpan untuk kenangan bahagiaku. Aku menyukai sisi senja yang sepertimu, mengantarkanku pada malam, pada ketenangan yang menjaga tidur lelapku.
Senja seperti kau,
dia dapat mengukir bahagiaku, seperti kau yang mengukir perasaan ini di hatiku.
Senja mungkin cepat berlalu, tapi dia selalu datang lagi, lagi dan sesungguhnya tak pernah pergi jauh, sama sepertimu.
kini akhirnya ada kesempatanku untuk bertemu ..
*kau tidak akan pernah tau apa yang Tuhan rencanakan bagi cintamu. Bukalah mata mu, dan aktifkan semua indera yang kau punya, sebenarnya ada pangeran kuda putihmu sedang menunggumu di sana. Di sekitar tempatmu berada.