Dari ribuan kata yang pernah ada
di dunia, ada beberapa yang selalu ingin aku katakan padanya. Mungkin waktu
yang terlewat ini sering kali membuatku pesimis akan akhirnya. Tapi aku
benar-benar ingin menyampaikan ini padanya, sejak dulu, sejak aku merasakan
debaran yang selalu saja terasa naik turun di dadaku setiap bertemu dengannya. Yah,
jadi teringat kembali masa-masa itu. Sebenarnya aku sudah sangat lama ingin
memberikan cap “CaseClosed” di kisahku satu ini. Namun, pada akhirnya tetap
saja bersambung seperti sinetron Indonesia pada umumnya.Haha..
Kali ini, haruskah aku kerahkan semua rasa
percaya diri dan keberanianku ini?? Haruskan aku lakukan untuk menyatakan
perasaanku?? Semuanya membingungkan. Aku pernah mengalami hari-hari dimana aku
merasa dekat dengannya, selalu berdebar menunggu balasan darinya. Aku senang
saat membaca semua inbox darinya, meskipun semua itu hanyalah obrolan biasa
antara aku dan dia. Sungguh terasa saat itu adalah momen yang tak akan bisa aku
lupakan. Semuanya terasa mengalir perlahan dalam perasaanku, aku bisa merasakan
ketertarikan yang kuat dariku padanya. Aku terus saja memujinya dalam hati,
terus saja mengingatnya dalam memori ini. Semua pesan darinya adalah hal yang
istimewa, aku terus saja menganggap seperti itu. Yah, balasan itu seperti
penyegar untuk perasaanku, seperti panah yang tepat mengenai hatiku, membuatku
bisu beberapa detik untuk terkagum-kagum akan hal konyol seperti ini. Aduh,
rasanya aku sangat menyukainya, yah, DULU aku memang menyukainya. :]
Sepertinya semua obrolan tentang kenangan masa
lalu ini sudah membangunkanku dari tidur panjangku dalam sebuah penantian. Ah,
penantian padanya ini mungkin memang tak berujung. Aku yakin seperti itu, aku
tau karena aku yakin Tuhan tidak akan memberikan lelaki seperti dia dalam
hidupku, yang hanya bisa membuatku selalu memilin waktu , yah menunggu. Tuhan
pasti memberikan suatu hadih besar dalam penantianku, hadiah untuk akhir semua
kisah cinta yang sering kali tak berpihak pada keadaan. Terima kasih , kau
telah, ah tidak, kau sudah memberikan suatu momen berharaga dalam hidupku.
Sebuah kenangan yang selalu bermain liar dalam imajinasi sederhanaku. Sejak
dulu aku ini menyampaikan ini, semua kata ini sudah aku siapkan sejak dulu,
bukan lebih tepatnya sejak aku merasa tertarik padamu karena kau mulai me-restart
kembali isi otakku bahwa menyukai
itu indah,
“Teman, mungkin kau menyadarinya, tapi aku berdoa kau tak sadar
akan ini. Aku tak butuh itu. Aku tak ingin kau tahu bahwa aku memang
menyukaimu. Mungkin, kau sering menemukanku sedang mengangumimu, tapi jangan
jadikan hal itu alasan kau dan aku tak bisa berteman. Aku wanita, ya, makhluk
ciptaan Tuhan yang super duper hebat bisa menutupi perasaan, dan bertingkah
seolah tak pernah ada apa-apa. Aku hanya ingin kau tetap bersamaku,, TANPA ADA
YANG SPESIAL TENTUNYA, HANYALAH ISTIMEWA.”
Hug and kiss,