Monday, May 14, 2012

Manis (fiksi)

                   Pertemuan itu adalah anugerah Tuhan. Aku dipertemukan olehmu dan aku merasa semua itu adalah momen spesial. Tak terhitung berapa banyak waktu aku habiskan untuk mengagumimu. Tapi Tuhan punya rencana lain, kau pergi , kau hilang tertelan tanah bumi ini. Kau meninggalkanku selamanya, meninggalkan kenangan tentang kita yang selalu mengumpulkan kasih sayang. Aku menangis, menangis saat melihatmu tertidur lelap di sana. Pejaman matamu seolah mengartikan kau akan menghilang dari sisiku, kau akan menemui Tuhan. 
             Cinta, apa kau akan meminta izin pada-Nya, untuk tetap di sisiku? Apa janji sepanjang waktu bersama itu akan kau tepati? Aku tak akan terus menangisimu, aku tak akan melakukan itu karena aku tahu tangisanku adalah penghambat ketenanganmu untuk ada di sisi Tuhan. Aku tak ingin terus-menerus menaburkan kepedihan dalam perjalanan cinta kita ini. Aku tak ingin kau juga menangis karena meninggalkanku. Tersenyumlah cinta, aku tahu, aku percaya, kau akan tetap di sisiku meski aku tak bisa menyentuh ragamu. Kau tetap menjadi bagian dari sejarah manis hidupku ini dan akan selalu hidup dalam hatiku. Terima kasih atas semua kenangan yang kau berikan, meski ada kepedihan, meski kau tak ada, itu tak sebanding dengan semua kenangan yang amat manis yang sudah kau berikan. Cinta, aku yang menjadi pengagum abadimu ini, akan selalu berterima kasih karena kenangan itu terasa lebih manis dari apapun. 

NanoNano-GadoGado


                Dari ribuan kata yang pernah ada di dunia, ada beberapa yang selalu ingin aku katakan padanya. Mungkin waktu yang terlewat ini sering kali membuatku pesimis akan akhirnya. Tapi aku benar-benar ingin menyampaikan ini padanya, sejak dulu, sejak aku merasakan debaran yang selalu saja terasa naik turun di dadaku setiap bertemu dengannya. Yah, jadi teringat kembali masa-masa itu. Sebenarnya aku sudah sangat lama ingin memberikan cap “CaseClosed” di kisahku satu ini. Namun, pada akhirnya tetap saja bersambung seperti sinetron Indonesia pada umumnya.Haha..
Kali ini, haruskah aku kerahkan semua rasa percaya diri dan keberanianku ini?? Haruskan aku lakukan untuk menyatakan perasaanku?? Semuanya membingungkan. Aku pernah mengalami hari-hari dimana aku merasa dekat dengannya, selalu berdebar menunggu balasan darinya. Aku senang saat membaca semua inbox darinya, meskipun semua itu hanyalah obrolan biasa antara aku dan dia. Sungguh terasa saat itu adalah momen yang tak akan bisa aku lupakan. Semuanya terasa mengalir perlahan dalam perasaanku, aku bisa merasakan ketertarikan yang kuat dariku padanya. Aku terus saja memujinya dalam hati, terus saja mengingatnya dalam memori ini. Semua pesan darinya adalah hal yang istimewa, aku terus saja menganggap seperti itu. Yah, balasan itu seperti penyegar untuk perasaanku, seperti panah yang tepat mengenai hatiku, membuatku bisu beberapa detik untuk terkagum-kagum akan hal konyol seperti ini. Aduh, rasanya aku sangat menyukainya, yah, DULU aku memang menyukainya. :]
Sepertinya semua obrolan tentang kenangan masa lalu ini sudah membangunkanku dari tidur panjangku dalam sebuah penantian. Ah, penantian padanya ini mungkin memang tak berujung. Aku yakin seperti itu, aku tau karena aku yakin Tuhan tidak akan memberikan lelaki seperti dia dalam hidupku, yang hanya bisa membuatku selalu memilin waktu , yah menunggu. Tuhan pasti memberikan suatu hadih besar dalam penantianku, hadiah untuk akhir semua kisah cinta yang sering kali tak berpihak pada keadaan. Terima kasih , kau telah, ah tidak, kau sudah memberikan suatu momen berharaga dalam hidupku. Sebuah kenangan yang selalu bermain liar dalam imajinasi sederhanaku. Sejak dulu aku ini menyampaikan ini, semua kata ini sudah aku siapkan sejak dulu, bukan lebih tepatnya sejak aku merasa tertarik padamu karena kau mulai me-restart kembali isi otakku bahwa menyukai itu indah,
“Teman, mungkin kau menyadarinya, tapi aku berdoa kau tak sadar akan ini. Aku tak butuh itu. Aku tak ingin kau tahu bahwa aku memang menyukaimu. Mungkin, kau sering menemukanku sedang mengangumimu, tapi jangan jadikan hal itu alasan kau dan aku tak bisa berteman. Aku wanita, ya, makhluk ciptaan Tuhan yang super duper hebat bisa menutupi perasaan, dan bertingkah seolah tak pernah ada apa-apa. Aku hanya ingin kau tetap bersamaku,, TANPA ADA YANG SPESIAL TENTUNYA, HANYALAH ISTIMEWA.”
Hug and kiss,
YoouNii

Thursday, May 3, 2012

NanoNano-GadoGado


     Sebenarnya apa yang ingin aku sampaikan sederhana, hanya beberapa kata yang sangat mudah untuk dirangkai. Namun, aku masih saja menyumbat keinginan untuk menyampaikan kata-kata itu. Sebagian orang akan menganggapku terlalu muluk, kuno, atau apalah itu yang sama sekali tak aku butuhkan untuk saat ini. Yah, orang-orang itu BEGO mengataiku, mereka itu memang SEDENG selalu memandang rendah orang lain. Perkataan pahit mereka hanyalah SAMPAH, baunya busuk, memang, tapi yah begitulah TAK PENTING. Aku tak tahu mengapa mereka senang mengatakan hal-hal kejam, HAHAH.. tak penting juga sih.
     Balik lagi ke awalnya, aku tak tahu kalau kata-kata itu syulitttt sekali diungkapkan. Eh, syulittt di katakan. Ya, yah, syulittt.  
     Umm.. mungkin inilah yang sebaiknya aku lakukan saat ini (sebelum momen pengungkapan terjadi), aku mencuci tangan dan kakiku, menggosok gigi, dan segera tidur. Besoknya aku akan menyeka keringatku saat aku berolahraga, menata rapi lemari bajuku, dan menyisakan sebagian uang jajanku untuk membeli heels, eh, aku juga butuh beberapa rupiah untuk membeli komik. Sejenak saja melupakan hal-hal berbau “rumit” itu. Sepertinya menikmati 2-4 bungkus es nyonyaBesar menyenangkan. Nikmat rasanya memikirkan sesutu yang enak. Yah, itu salah satu dari 4 hal yang paling aku suka. Sesuatu yang  ENAK, LUCU, MISTERIUS, berbau HARUM.
     Wew, sepertinya aku melupakan sesuatu. Apa ya??  HAHA
Entahlah, sepertinya kata-kata super itu ya. Suatu pengungkapan yang terpenting sepanjang sejarah percintaanku. Ealah, kok jadi ngawur.. jan, jadinnya seperti membuat cerita komedi yang jayus.. fuuh
Cukup sampai di sini dulu deh tentang NanoNano-GadoGado Ku..

 to be continue ..

Pages