Tuesday, June 29, 2010

Part II, ...

        Esoknya entah ada keperluan apa Setya datang lagi ke rumahku. Aku pikir urusannya kemarin denganku sudah selesai. Dan aku sudah nggak ada urusan lagi sama dia dan cerita cintanya itu. Tapi nyatanya, toh dia datang lagi ke rumahku, dan kali ini dia nggak pake muka kusutnya seperti kemarin. Raut mukanya lebih ceria dan matanya berbinar-binar seperti anak kecil yang habis dapet permen. Sekilas aku menganggapnya sangatlah manis, setelah dipikir-pikir dia tidaklah semanis seperti yang aku banyangkan. Hahaha ……
          Sama seperti kemarin, aku mempersilahkannya masuk dan dia duduk di tempat yang sama. Hanya saja dia membawakan aura yang tak sejelek kemarin. Tak ada acara menahan tangis atau marah. Yah aku sudah bilang kan, dia lebih ceria dari sebelumnya dan matanya berbinar-binar bahagia. Mungkin masalahnya dengan Lita sudah berakhir, dan dia sudah bisa memahami apa yang terjadi, atau jangan-jangan dia senang karena bertemu aku lagi?? Oh, NO….!!!
          “Sebenernya ada perlu apa sih kamu kesini lagi? Bukannya kemarin uda selese, dan maaf ya sebelumnya kalau boleh jujur, sekarang aku lagi males buat ngurusin masalah cinta.”, kataku judes seperti biasa.
Padahal bukan mauku berkata seperti itu, tapi rasanya kesal saja saat dia datang padaku untuk meminta solusi akan masalah cintanya dengan Lita. Aku sebal saja dengan keadaan seperti ini. Ditambah lagi, aku bermimpi tentang dia yang lagi nyatain cinta ke aku. Dan sekarang dia datang ke rumah tanpa aku tau tujuannya. Apa yang harus aku lakukan Tuhan…?? Aku harus ngadepin dia kayak gimana, sesaat aku jadi gugup nerima tamu yang punya nama “Setya”.
          “Oh, bukan masalah itu, bukan itu tujuan aku ke sini. Aku mau ngajak kamu ke café Break. Ucapan terima kasih??”, tawarnya dengan sedikit nada melucu.
          “Umm .. Buat apa aku kesana, aku males buat pergi-pergi. Apalagi perginya sama kamu si Mr. Money. Ogah ah, males berat ..”
“Lho, kenapa kalo kamu pergi sama aku? Kamu malu? Atau kamu benci aku ya? Atau aku punya salah? Atau apa??”, tanyanya tanpa henti.
“Nggak, nggak kok. Nyate aja lagi Ya. Kamu nggak ada salah. Aku Cuma males buat pergi keluar, cuma itu.”
“Tapi.. Soalnya aku perhatiin dari awal kita kenalan, nada bicara kamu ke aku kayak orang benci gitu, kayak orang yang risih. Aku pikir kamu nggak suka sama aku , nggak suka aku jadi temenmu. Bla…bla.a…”, lanjutnya tanpa henti. Dia pun bercerita panjang lebar dengan mimik muka yang lucu. Terkadang dengan muka konyol, marah, atau gaya lebay seperti Tropika.
Aku pikir, nih orang suka ngobrol sama aku atau apa. Nggak berhenti-henti ngomongnya. Dia keliatan asik banget. Dan lagi, dia keliatan nggak peduli sama keadaan  aku yang uda capek nyengir sama ngangguk buat ngerespon ocehannya itu. Tapi dilain sisi dia cukup asyik buat diajak ngobrol. Walaupun dia sering nerocos nggak tentu, dia sering nyambung kalau aku ajak ngobrol masalah lain.
Jam besar rumahku udah nunjukin pukul 5 sore. Terlihat dari mukanya, dia udah keliatan capek. Kau tau, dia bercerita panjang lebar padaku seharian. Padahal niat awalanya datang kerumahku itu mau ngajak aku makan di Café Break. Tapi nyatanya? Mungkin karena keasikan ngobrol atau apa, dia jadi lupa sama niatnya itu.
“Oya Ta, kapan-kapan kita jalan bareng yuk. Umm.. Maksudku jalan bareng temen-temen. Hehe.. Kayaknya cocok kalau kita jalan bareng pas liburan kayak gini, biar nggak bosen di rumah, gimana?”
Wow, dia nawarin hal yang paling aku inginkan selama liburan ini, yaitu “Jalan-jalan bareng”. Aku pingin banget ikut, apalagi nanti kita perginya sama temen sekelas, pasti asik.
“Kalau itu aku mau!!”, jawabku semangat. Aku nggak peduli dia mikir apa sama reaksiku itu. Aku seneng banget dapat tawaran kaya gitu. Kayak “Dream comes true”.
“Hey, semangat baget sih. Kita kan belum bikin rencana, belum nyiapin apa-apa. Hahaha … Jangan-jangan emang itu ya yang kamu tungguin. Kenapa kamu nggak mau waktu aku ajak maken tadi? Kenapa nggak bilang?”, selidik Setya dengan nada sedikit menggodaku.
“Hiih, apaan sih. Aku tadi emang males, males berat malah. Lagian kita perginya berduaan, kan nggak asik. Asik kalo rame-rame kan??”, jawabku cepat. Kau tau, saat dia bertanya seperti itu aku ngerasa kalau jantungku ini berdengup kenceng. Kenceng banget. Mungkin aku ini sedikit capek. Jadinya jantung aku ini dengupnya kenceng banget kayak gini. Mungkin karena itu. Pasti karena itu.
“Iya juga ya. Ya udah Ta, aku pulang dulu. Maaf ya kalau aku yang baik ini ganggu kamu mulu. Aku minta maaf yang sebesar-besarnya …”, kata Setya dengan nada sok resminya itu.
“Hey, bicara mu itu lho nggak oke banget dah. Udah sonoh pulang, nanti mamimu cemas lho …”, ledekku dengan wajah menyindir.
“Hahaha… ya, ya. Thanks ya Ta, you’re the best dah.. Bye, bye ….”
DEG-DEG-DEG-DEG … Ya ampun, jangan lagi. Jangan lagi aku ngerasain hal kayak beginian. Aku mohon berhenti berdengup kenceng kayak gini. Sesak tau, nafasku nggak teratur kan jadinya. Jadi kayak gini kan badan aku. Parah nih, pipi aku ini kerasa panas banget. Oh NO!! NO……!!!


***

Monday, June 28, 2010

Part I, ...

Liburan tahun ini sama seperti liburan tahun lalu, dimana aku hanya duduk terpaku di depan komputerku selama berjam-jam. Tak ada yang datang ke rumah untuk mengajakku berlibur. Yah, pasti mereka sedang bahagia berlibur bersama keluarga mereka. Aku pun jadi sedikit kesal ketika aku berpikir sampai saat ini aku belum mempunyai seseorang yang spesial di perjalanan cintaku. Tapi apalah dayaku, tugas sekolah yang sangat menumpuk tak mengizinkan aku memikirkan masalah seperti itu. Aku terlalu sibuk. Jadwalku padat seperti artis Hollywood. Arrrgh...
Hari demi hari berlalu. Liburanku hanya tinggal beberapa hari lagi, dan tak ada pengalaman menyenangkan apapun yang bisa aku ceritakan di tugas essay-ku. Masalah sepele ini membuat aku-Kau tau pikiranku jadi terbagi-bagi antara libur, tugas, dan masalah Who's the special one-jengkel, sebal, dan apapun itu yang tidak menyenagkan. Dan kalau aku pasang status akan aku pasang "It's Complicated", habis semua itu sudah menjejalkan diri mereka dengan paksa ke otakku sih .. ToT
Tiba-tiba teleponku berdering. Aku lihat nomor tak dikenal terpampang di layar hapeku. “Siapa sih yang telpon, ganggu aja lah ..”, batinku dalam hati. Dengan berat hati aku mengangkat telepon itu. Aku bener-bener malas buat melakukan itu semua. Bukan salah si penelpon sih kalau aku sewot sendiri kaya gini.
“Halo, dengan siapa yah?”, tanyaku ketus.
“Ini Tata bukan? Ini Setya, maaf nelpon di jam siang gini pasti kamu lagi istirahat ya? Aku ada perlu denganmu Ta”
“Oh, kamu Ya. Kamu perlu apa sih sama aku? Aku nggak ngutang kas ke kamu kan?”
“Bukanlah, bukan masalah itu. Ya udah, kita ketemuan jam 4 nanti di Café Break yaa…”
“Wah, kalo gitu aku nggak bisa. Mending yah kamu dateng aja kerumah aku, tenang aja aku bakalan nyediain jajan buat kamu kok… hehe..”
“Ok deh, jam 4 nanti aku datang ke rumah kamu.”
Huft, tak aku sangka aku bisa ngobrol sama Mr. Money kelasku. Biasanya dia mengajakku ngobrol hanya karena aku belum bayar kas harian kelasku. Begitulah Mr. Money. Yah, julukan itu emang uda nempel lengket banget sama dia, setelah keberhasilannya dalam mengurus uang kas kelas kami. “Sebenarnya dia butuh apa sih, sampai dia telpon aku segala.”, pikirku.
“Assalammu’alaikum ……”, salam seseorang di luar sana. Dan aku langsung tau kalau itu pasti si Mr. Money kami tercinta. Aku pun mempersilahkannya masuk.
Aku lihat wajahnya sedikit pucat. Napasnya pun terdengar terengah-engah. Aku heran dengan apa yang terjadi padanya. Aku pun mulai bertanya apa tujuannya datang. Sebelumnya dia berkata ada perlu denganku kan, dan sekarang ini di depanku dia hanya diam membisu.
Setelah dua puluh menit berlalu dengan kebisuannya itu, dia mulai mencoba berbicara perlahan. Tapi aku merasakan suatu kejanggalan, dia terdengar seperti ingin menangis. Mungkin karena di depan seorang cewek cantik sepertiku dia mengurungkan niatnya itu.
“Ta, kamu tau Lita anak 2C? Kamu kenal dia kan?”, tanyanya lirih.
“Aku tau Ya, dia teman SMP ku.”, jawabku cemas. Yang ada dalam otakku sekarang bukanlah masalah liburan yang membosankan itu, melainkan keadaan Setya yang terlihat rapuh bagiku.
“Dia bilang padaku dia benci padaku, lalu … Bla..bla..bla…”, jelas Setya sambil menahan tangisannya itu.
Hew, apa hubungannya denganku, aku ini kan cuma teman biasanya. Sahabat bukan, teman baik ya juga bukan. Hanya teman sekelas yang bertegur sapa saat penarikan uang kas, itu saja. Dan sekarang ini dia datang padaku, menceritakan semua yang terjadi padanya. Semua yang terjadi diantara dia dan Lita, teman SMP ku dulu. Dan aku hanya bisa diam dan mengangguk.
Saat itu dia tidak terlihat seperti cowok keren, yah si Mr. Money memang salah satu dari lima cowok keren kelasku. Dia terlihat seperti cewek manja yang sedang curhat dengan sahabat baiknya. Menyadari itu aku pun merasa geli. Hihihi …
Setelah dia menyelesaikan bicaranya itu, dia langsung bertanya padaku apa pendapatku. “Hey, kau tau aku tidak sekalipun mendengarkan dan memperhatikan curhatanmu itu. Itu terlalu asing dan aneh bagiku. Dan kau terus mengoceh tanpa mempedulikan aku yang sangat kebingungan ini” Sebenarnya itu yang ingin aku katakan padanya. Tapi melihat matanya yang penuh harap kepadaku aku hanya bisa memberinya sedikit kata-kata.
“Menurutku kamu harus sadar apa salahmu sama dia atau bila perlu, tanyakan saja langsung. Perlu kamu tau, nggak semua yang kamu ceritakan itu aku ngertiin dan cuma itu yang bisa aku kasih ke kamu.”, kataku pelan.
“Umm... Thanks for your advice Ta, emang bener kata orang kamu pinter kasih solusi. Maaf kalau aku ganggu kamu yaa …”
“Hohoho …. It’s okay! Sabar yah Mr. Money..”, ledekku cepat.



***

Sunday, June 27, 2010

Take a picture please ..


Inspirasi itu nggak usah dicari kok, percaya aja kalau inspirasi itu selalu ada di dekat kita … 
Nih, beberapa foto  yang aku ambil waktu aku kelas 1 SMA ..
Dan foto-foto di bawah ini modelnya teman-teman aku di X5 yang biasa di sebut anak "SEGA PANAS"  yang pliss dah isinya anak-anak pada cakep-cakep sama cantik-cantik semua .... 
tapi nggak ketinggalan sopan, santun, sama pinternya... Hehe ...
Foto yang satu ini salah satu foto favorit, 
karena walau dadakan diambilnya, 
tapi hasilnya bagus (without editting process loh) ^^
"Say Cheseeeee....."

Hihihi ... Ini mah Gandhita sama Faisal
"Prikitiewww.."

"Yo-Yo-Yo..", teriak Uni

Di sini ada Tya, yang lagi sibuk sama handphonenya.. ^^

Mita lagi mikirin siapa sih?
Ini lagi si Putri, hapean bae ...Hihihi



Semua foto-foto yang ada itu hasil jepretan aku sama temen aku yang jadi potographer dadakan.. (Hihihi ...)
Ada juga foto yang diambil waktu perpisahan anak-anak kelas tiga, yang pastinya cuma anak kelas sepuluh yang kena jepretanku. Nih, beberapa yang kena jepretan ..


Si Fajar (Jacko) yang kayaknya sih berperan jadi bapak.. Kayaknya.....

Amijuvika dan Andin (yang ketutupan si cowok) di salah satu adegan 

Ini yang namanya Latif ( kayaknyaa...), liat deh gayanya di foto ini ... ^ ^

Ini mah Sapta, Fajar, dan Widi (dari kiri ke kanan) 


Ada juga foto yang aku ambil di Purbalingga, tapi yang jadi model ya aku dan keluargaku. Sebagian foto diambil iseng-iseng sama aku dan kakakku, Hanny.
Ini nih foto-fotonya ...






Nggak nyesel dah pagi-pagi banget aku bangun trus langsung ke Purbalingga, bisa dapet foto-foto kayak beginian sih .. Suasana di sana enak banget pas pagi-pagi. Embunnya masih kerasa sejuk banget!! ^^

Hahaha  

Take a picture please ..

Saturday, June 26, 2010

Behind the "Lapangan SMADA"

Lapangan SMADA adalah salah satu tempat yang unik dan fantastis bagiku. Bayangkan, di sana kita bisa melakukan apa saja, tak terkecuali berphoto ria bersama ... Hehehe




Inilah beberapa foto yang kita ambil di Lapangan SMADA kami "Tercinta",





Dan ini adalah beberapa foto yang diambil sebelum pemotretan dimulai ^ ^



“Kaliam ini… Kalian lagi ngapain sih??”, tanya Aulia.





"Kusihir kau...", sihir Aulia


"Tidaakkk........", jerit Yoan 
Dan di lain sisi, Hesti sedang tersenyum bahagia akan tingkah kedua orang tersebut... (Maksudnya??)





















Begitulah cerita "Pemotertan" kami di Lapangan SMADA..  ^ ^




dan....
Thanks berat buat semuanya yaa..
 buat yang jadi model, yang nyetting, dan yang jadi photographer dadakan, kalian semua memang fantastis..!!



Friday, June 25, 2010

Part II, It's Complicated

Sudah beberapa hari berlalu sejak hal bodoh itu terjadi padaku, sehingga lama juga aku tidak memikirkan lagi kejadian-kejadian konyol itu. Aku sudah kembali terhanyut kedalam rutinitas yang luar biasa di sekolahku ini. Sampai-sampai acara ultah sekolah tak kunikmati sebagaimana mestinya. Hari berganti hari, bulan juga cepat berganti-ganti. Aku benar-benar sudah melupakan rasa deg-degannya sebuah hal yang mungkin pantas disebut dengan “Love in The First Sight.”
            Tapi, Tuhan sepertinya berkehendak lain. Tuhan menginginkan aku untuk jangan melupakan cowok manis itu. Dengan sangat kebetulan dan dengan ketidak sengajaan aku bertemu dia di sebuah situs jejaring sosial, yaitu facebook.  Kami berteman di dunia maya itu. Dan semuanya berlanjut ke kehidupan nyata. Jadi sekarang kita bukan hanya berteman di facebook tapi juga di kehidupan kami yang nyata.
Ternyata berteman dengannya sangat menyenangkan. Kami sering mengobrol. Apapun bisa kami jadikan bahan obrolan yang asik. Walau itu hanya obrolan yang nggak penting. Kadang kami tertawa terbahak-bahak bersama, menangis termehek-mehek bersama, atau bernyanyi bersama. Aku benar-benar senang berteman dengannya.
Kalau dipikir-pikir, bodoh juga rasanya ketika ingat bagaimana reaksiku waktu pertama bertemu dengannya. Tapi kedekatan kami ini tidak lantas membuatku berhenti untuk berdebar-debar. Dia tetap membuatku deg-degan nggak karuan, hingga aku berusaha setengah mati menyembuyikannya agar dia tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi padaku. Aku hanya bisa berdoa agar aku tak terlihat bodoh di hadapannya..hahahaha..
Aku tahu apa yang akan terjadi jika dia tahu aku suka dirinya. Pertemanan yang sudah terjalin sangat baik ini pasti akan berubah. Kami akan canggung satu sama lain, dan aku takut kami tak akan bisa berteman lagi. Dan aku pasti nggak bisa memanggilnya dengan sebutan Yoshi-kun. “Tuhan, kenapa aku suka dengan teman baikku ini……”. Dan kemudian aku memutuskan untuk mengubur dalam perasaan sukaku itu. Aduuuhh.. rasa ini benar-benar menggangguku. Rasanya ingin aku ungkapkan, tapi aku takut. Tapi bila aku terus pendam, rasanya kian membuncah berusaha untuk keluar. Seperti cerita-cerita telenovela saja pikirku.
Hari ini pun dia mengajakku untuk mengobrol. Dan dia bertingkah rada aneh, nggak bersikap bodoh dan lebay seperti biasanya. Aku benar-benar heran. Tak biasanya dia mengajakku ngobrol saat jam sekolah belum selesai. Biasanya kami ngobrol bersama saat kami menunggu jemputan. Dan hanya pada saat itulah aku bisa bersama dia.
“Dew, boleh aku bilang sesuatu??”
“Hahaha… Kau ini sok resmi Yoshi-kun. Kamu mau bilang apa sih? Mau kasih tau aku album terbarunya The Gosh? Atau…??”
“Aku suka kamu…….!!”
“Whattttt????!!”, aku syok dengar pernyataan cinta dari dia. Ada angin apa sih tiba-tiba dia jadi berani nyatain cinta. Dia lagi error atau lagi kena hipnotis Joy Sendisendiri, aku bingung. Aku nggak tahu harus bereaksi bagaimana, atau apa yang harus aku lakukan. Mungkin kini mulutku sedang ternganga. Untung kayaknya ngga ada lalat yang melintas. Kayaknya sih..
“Heh, sadar Dew..!” tiba-tiba dia membuyarkan lamunanku. “Gak mungkin kan aku nyatain cinta ke kamu. Ge-eran banget siihh.. Nanti aku nggak bisa jahilin kamu lagi, trus parahnya aku harus panggil kamu “yang, beibh, to sweetheart segala lagi…! Ogah yaa…. hahahahha… ngarep dehh.. week..hehehe” ujarnya sambil cengar-cengir meledekku.
“Yee.. siapa juga yang ngarepin kamu manggil aku gitu. Eh, hah, emang aku minta dipanggil gitu sama pacar aku?”
“Maumu dulu kan…. Dasar nenek Dewi, pelupa beud. Hahahahahaaha……..”
“Kau juga Yoshi-kun, dasar alay….”
Sempat terbesit di pikirku dia benar-benar serius menyatakan cintanya. Hahaha…. Aku jadi seperti orang bodoh yang terlalu berharap. Dia nggak mungkin suka aku kan, karena kita ini teman akrab dan nggak mungkin ada perasaan yang tumbuh karena pertemanan kita ini. Lagipula aku kan sudah berjanji nggak punya rasa lagi ke dia. Dan aku nggak yakin dari sahabat itu bisa jadi cinta. Cerita konyol gitu cuma ada di sinetron dan itupun cuma fiksi.
“Hoi Dew, denger deh kali ini aku mau bilang yang serius ke kamu. Dengerin dong, jangan melongo doank….!!”
“Apaan sih Yo??”
“Ehmm, hhh, ugh, susah nih ….”
“Apa sih? Jangan buat aku penasaran donk..!!”
“Oke, oke…. Haahhh…… Aku emang suka kamu dew. Dari dulu aku uda suka sama kamu. Apa kamu, umm.. mau jadi pacar aku??”
“HAAAAAAHH……………… ????????!!!!”, kali ini aku yakin aku benar-benar nggak bisa menutup mulutku....

~FIN~

Thanks berat buat kalian semua yang uda ngasih aku inspirasi yang 

T. O. P. abis buat cerpen aku yang satu ini …

Arigato gozaimasu..!! ^ ^


Part I, It's Complicated

Hari-hari di SMA yang aku laluin benar-benar melelahkan. Banyak tugas, peer, ulangan harian, pokoknya sibuk berat seperti para artis ibu kota. Semua itu memang sudah konsekuensiku untuk bersekolah di sekolah favorit ini. Tapi, nggak semua hal di SMA selalu sibuk dan nguras otak. Pasti ada cerita menarik dan bahagia yang mungkin bisa didapati hanya di SMA. Seperti rasanya jatuh cinta. Dan perasaan itu seolah-olah membawamu ke dalam satu kata, yaitu “SUKA”. Seperti kisah cintaku yang unik dan narsis ini.
Saat itu aku belum sadar sepenuhnya. Aku pikir rasa senang itu hanya karena aku menganggap dia sebagai teman baikku. Entah apa yang merasuki pikiran bawah sadarku sehingga aku mulai merasakan dirinya menjadi seseorang yang spesial bagiku.
Hari itu hujan benar-benar deras. Aku ingat benar  itu adalah hari jumat pertamaku di SMA. Dan pastinya sore hari nanti ada latihan rutin Pramuka. Hujan saat  itu rasanya nggak mau mikirin perasaan kita, atau keadaan kita yang kerepotan karenanya. Latihan Pramuka tetap diadakan seperti rencana para Pembina sebelumnya. Dan di sinilah awal cerita unik itu muncul. Dari arah belakang aku dengar seorang cowok memanggil namaku.
“De, Dew……. Stop jangan kemana-mana!!”
Aku yang dengar namaku dipanggilpun langsung berhenti dan menoleh sambil berkata, “Apa sih?”. Tapi cowok itu malah bablas dan tidak mempeduliakn aku yang dipanggilnya. “Sial”, ternyata aku salah duga. Dia bukan memanggil Dewi melainkan Dew, dew, yang lain. Aku lihat cowok itu mendekati seorang cowok yang terlihat rapi dan “cupu”.
Tahu-tahu terjadi reaksi aneh pada diriku. Aku jadi nggak karuan ketika aku melihat cowok cupu itu dan secara tak sengaja cowok itu pun melihat ke arahku.
“DEG….DEG….DEG…DAG, DIG, DEG, DAG, DIG, DEG…….” Jantung aku berdengup kencang. Kenceng banget dan rasanya kaya mau copot. Suhu tubuhku juga naik dan aku rasakan pipiku memanas. Aku nggak mau membayangkan bagaimana wajahku saat itu. Mungkin saat itu wajahku memerah seperti tomat. Rasanya seluruh aliran darahku naik ke kepalaku.
“Oh, Tuhan…….. apa yang terjadi? Rasanya seperti ada suatu reaksi yang mengubah suhu tubuh dan mempercepat gerak jantungku…”, aku bergumam dengan penuh kekhawatiran. Hal seperti ini belum pernah terjadi seumur hidupku. Aku benar-benar bingung dibuatnya. Sungguh..!!!
Tidak disangka ternyata esoknya aku bertemu lagi dengan dia. Cowok rapi yang cupu kemarin. Aku heran apa bagusnya orang ini, dia hanya menang mancung dan putih, selebihnya dia perlu dipermak dan dimake over. Aku kesal. Cowok yang seperti ini sudah membuat aku deg-degan nggak karuan. Saat ini pun demikian. Nggak beda jauh dengan kemarin, justru malah membuatku semakin salah tingkah. Dan kembali membuat muka aku memerah seperti tomat masak. Aku pun berjalan sambil memasang muka cuek dan sadis. Padahal yang sebenarnya aku ingin kabur secepat kilat seperti Dash salah satu tokoh di film Incredible. Hanya satu kata yang aku pikirkan: kabur!!
Lalu tiba-tiba sebuah suara memanggil namaku lagi. Sebenarnya aku ingin menoleh, tapi aku takut salah sangka dan jadi malu sendiri. Maka, aku putuskan untuk terus berjalan. Tapi, suara itu terus memanggil.
“Dew, Dewi…!!”
“Hoohhhh……. Akhirnya ada yang memanggil lengkap namaku.”, batinku dalam hati. Lalu, saat aku menoleh, ternyata seorang Pimin yang memanggil.
“Hahahaha…… Pimin, Pimin…… Aku kira siapa.”, gumamku dalam hati.
***

Pages