Saat dia lahir, dia tau, dia mengerti, dia pun merasakannya. Ada cinta di sekelilingnya. Dan dia mulai terbiasa akan kenyataan hidup yang selalu ada di sekitarnya. Entah apa yang terjadi, saat dia beranjak remaja ada keraguan akan cinta yang sejak dulu dia dapati. dia mulai takut semua itu hanya kepalsuan, atau hanya formalitas agar dia percaya mereka. Mungkin dia terlihat bodoh memikirkan semua ini karena tak seharusnya dia ragukan itu semua. dia akan terlihat memalukan bila dia ragu akan cinta yang mereka berikan. dia tau itu. tak perlu ada orang yang menjelaskannya. Itu hanya akan membuatnya malu.
Bila ada cara yang bisa yakinkan dia tentang semua ini. Bila saja ada. Saat ini dia hanya bisa berpikir. Tanpa tau kapan dia dapati jawabannya. Jika dia terlihat lemah karena ketakutannya itu, dia berkata akan berusaha memahaminya. Dia berharap kepalsuan yang dia takuti itu tak pernah ada, tak akan pernah ada, tak pernah terjadi di dalam hidupnya dan keluarganya.
No comments:
Post a Comment