Monday, May 14, 2012

NanoNano-GadoGado


                Dari ribuan kata yang pernah ada di dunia, ada beberapa yang selalu ingin aku katakan padanya. Mungkin waktu yang terlewat ini sering kali membuatku pesimis akan akhirnya. Tapi aku benar-benar ingin menyampaikan ini padanya, sejak dulu, sejak aku merasakan debaran yang selalu saja terasa naik turun di dadaku setiap bertemu dengannya. Yah, jadi teringat kembali masa-masa itu. Sebenarnya aku sudah sangat lama ingin memberikan cap “CaseClosed” di kisahku satu ini. Namun, pada akhirnya tetap saja bersambung seperti sinetron Indonesia pada umumnya.Haha..
Kali ini, haruskah aku kerahkan semua rasa percaya diri dan keberanianku ini?? Haruskan aku lakukan untuk menyatakan perasaanku?? Semuanya membingungkan. Aku pernah mengalami hari-hari dimana aku merasa dekat dengannya, selalu berdebar menunggu balasan darinya. Aku senang saat membaca semua inbox darinya, meskipun semua itu hanyalah obrolan biasa antara aku dan dia. Sungguh terasa saat itu adalah momen yang tak akan bisa aku lupakan. Semuanya terasa mengalir perlahan dalam perasaanku, aku bisa merasakan ketertarikan yang kuat dariku padanya. Aku terus saja memujinya dalam hati, terus saja mengingatnya dalam memori ini. Semua pesan darinya adalah hal yang istimewa, aku terus saja menganggap seperti itu. Yah, balasan itu seperti penyegar untuk perasaanku, seperti panah yang tepat mengenai hatiku, membuatku bisu beberapa detik untuk terkagum-kagum akan hal konyol seperti ini. Aduh, rasanya aku sangat menyukainya, yah, DULU aku memang menyukainya. :]
Sepertinya semua obrolan tentang kenangan masa lalu ini sudah membangunkanku dari tidur panjangku dalam sebuah penantian. Ah, penantian padanya ini mungkin memang tak berujung. Aku yakin seperti itu, aku tau karena aku yakin Tuhan tidak akan memberikan lelaki seperti dia dalam hidupku, yang hanya bisa membuatku selalu memilin waktu , yah menunggu. Tuhan pasti memberikan suatu hadih besar dalam penantianku, hadiah untuk akhir semua kisah cinta yang sering kali tak berpihak pada keadaan. Terima kasih , kau telah, ah tidak, kau sudah memberikan suatu momen berharaga dalam hidupku. Sebuah kenangan yang selalu bermain liar dalam imajinasi sederhanaku. Sejak dulu aku ini menyampaikan ini, semua kata ini sudah aku siapkan sejak dulu, bukan lebih tepatnya sejak aku merasa tertarik padamu karena kau mulai me-restart kembali isi otakku bahwa menyukai itu indah,
“Teman, mungkin kau menyadarinya, tapi aku berdoa kau tak sadar akan ini. Aku tak butuh itu. Aku tak ingin kau tahu bahwa aku memang menyukaimu. Mungkin, kau sering menemukanku sedang mengangumimu, tapi jangan jadikan hal itu alasan kau dan aku tak bisa berteman. Aku wanita, ya, makhluk ciptaan Tuhan yang super duper hebat bisa menutupi perasaan, dan bertingkah seolah tak pernah ada apa-apa. Aku hanya ingin kau tetap bersamaku,, TANPA ADA YANG SPESIAL TENTUNYA, HANYALAH ISTIMEWA.”
Hug and kiss,
YoouNii

No comments:

Post a Comment

Pages