Friday, June 25, 2010

Part I, It's Complicated

Hari-hari di SMA yang aku laluin benar-benar melelahkan. Banyak tugas, peer, ulangan harian, pokoknya sibuk berat seperti para artis ibu kota. Semua itu memang sudah konsekuensiku untuk bersekolah di sekolah favorit ini. Tapi, nggak semua hal di SMA selalu sibuk dan nguras otak. Pasti ada cerita menarik dan bahagia yang mungkin bisa didapati hanya di SMA. Seperti rasanya jatuh cinta. Dan perasaan itu seolah-olah membawamu ke dalam satu kata, yaitu “SUKA”. Seperti kisah cintaku yang unik dan narsis ini.
Saat itu aku belum sadar sepenuhnya. Aku pikir rasa senang itu hanya karena aku menganggap dia sebagai teman baikku. Entah apa yang merasuki pikiran bawah sadarku sehingga aku mulai merasakan dirinya menjadi seseorang yang spesial bagiku.
Hari itu hujan benar-benar deras. Aku ingat benar  itu adalah hari jumat pertamaku di SMA. Dan pastinya sore hari nanti ada latihan rutin Pramuka. Hujan saat  itu rasanya nggak mau mikirin perasaan kita, atau keadaan kita yang kerepotan karenanya. Latihan Pramuka tetap diadakan seperti rencana para Pembina sebelumnya. Dan di sinilah awal cerita unik itu muncul. Dari arah belakang aku dengar seorang cowok memanggil namaku.
“De, Dew……. Stop jangan kemana-mana!!”
Aku yang dengar namaku dipanggilpun langsung berhenti dan menoleh sambil berkata, “Apa sih?”. Tapi cowok itu malah bablas dan tidak mempeduliakn aku yang dipanggilnya. “Sial”, ternyata aku salah duga. Dia bukan memanggil Dewi melainkan Dew, dew, yang lain. Aku lihat cowok itu mendekati seorang cowok yang terlihat rapi dan “cupu”.
Tahu-tahu terjadi reaksi aneh pada diriku. Aku jadi nggak karuan ketika aku melihat cowok cupu itu dan secara tak sengaja cowok itu pun melihat ke arahku.
“DEG….DEG….DEG…DAG, DIG, DEG, DAG, DIG, DEG…….” Jantung aku berdengup kencang. Kenceng banget dan rasanya kaya mau copot. Suhu tubuhku juga naik dan aku rasakan pipiku memanas. Aku nggak mau membayangkan bagaimana wajahku saat itu. Mungkin saat itu wajahku memerah seperti tomat. Rasanya seluruh aliran darahku naik ke kepalaku.
“Oh, Tuhan…….. apa yang terjadi? Rasanya seperti ada suatu reaksi yang mengubah suhu tubuh dan mempercepat gerak jantungku…”, aku bergumam dengan penuh kekhawatiran. Hal seperti ini belum pernah terjadi seumur hidupku. Aku benar-benar bingung dibuatnya. Sungguh..!!!
Tidak disangka ternyata esoknya aku bertemu lagi dengan dia. Cowok rapi yang cupu kemarin. Aku heran apa bagusnya orang ini, dia hanya menang mancung dan putih, selebihnya dia perlu dipermak dan dimake over. Aku kesal. Cowok yang seperti ini sudah membuat aku deg-degan nggak karuan. Saat ini pun demikian. Nggak beda jauh dengan kemarin, justru malah membuatku semakin salah tingkah. Dan kembali membuat muka aku memerah seperti tomat masak. Aku pun berjalan sambil memasang muka cuek dan sadis. Padahal yang sebenarnya aku ingin kabur secepat kilat seperti Dash salah satu tokoh di film Incredible. Hanya satu kata yang aku pikirkan: kabur!!
Lalu tiba-tiba sebuah suara memanggil namaku lagi. Sebenarnya aku ingin menoleh, tapi aku takut salah sangka dan jadi malu sendiri. Maka, aku putuskan untuk terus berjalan. Tapi, suara itu terus memanggil.
“Dew, Dewi…!!”
“Hoohhhh……. Akhirnya ada yang memanggil lengkap namaku.”, batinku dalam hati. Lalu, saat aku menoleh, ternyata seorang Pimin yang memanggil.
“Hahahaha…… Pimin, Pimin…… Aku kira siapa.”, gumamku dalam hati.
***

No comments:

Post a Comment

Pages